
Penambangan Pasir Sungai Jelai Disorot, Dampak Lingkungan Dinilai Lebih Besar dari Manfaat Ekonomi
Sukamara — Aktivitas penambangan pasir sungai di tepian Sungai Jelai, Kabupaten Sukamara, kian menjadi sorotan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, patut diduga sedikitnya telah terjadi sekitar 18 kali pengangkutan pasir sungai menggunakan tongkang berukuran besar yang membawa material pasir Sungai Jelai untuk dijual ke luar Pulau Kalimantan.
Dalam konteks ini, pembahasan tidak diarahkan pada aspek perizinan, melainkan pada dampak jangka panjang yang berpotensi ditimbulkan dari aktivitas penambangan pasir sungai dalam skala besar tersebut. Sungai Jelai merupakan wilayah yang langsung bersinggungan dengan kehidupan masyarakat Sukamara, sehingga segala bentuk eksploitasi sumber daya alam di kawasan ini akan berdampak langsung pada lingkungan dan sosial masyarakat setempat.
Secara lingkungan, penambangan pasir sungai dalam jumlah besar berisiko menyebabkan erosi dan longsor di bantaran sungai, perubahan morfologi sungai, serta pelebaran alur sungai yang tidak terkendali. Dampak lanjutan yang patut diwaspadai adalah penurunan kualitas air, meningkatnya kekeruhan, potensi kandungan logam berat, serta kerusakan habitat dan ekosistem sungai yang selama ini menjadi penyangga kehidupan.
Selain itu, aktivitas ini juga berpotensi meningkatkan risiko banjir dan memicu krisis air bersih di masa depan. Sungai yang mengalami pendangkalan dan perubahan struktur akan kehilangan fungsi alaminya sebagai pengendali aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.
Dari sisi sosial, penambangan pasir sungai turut membawa dampak lain seperti polusi udara akibat debu, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap lahan pertanian dan sumber daya air milik masyarakat. Kondisi ini berpotensi memunculkan konflik sosial, terutama jika manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut hanya dirasakan oleh segelintir pihak, sementara masyarakat sekitar justru menanggung dampak buruknya.
Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah apakah masyarakat Sukamara memperoleh manfaat nyata dari aktivitas penambangan pasir sungai ini, atau justru hanya akan mewarisi kerusakan lingkungan di masa depan. Hingga saat ini, belum ada gambaran yang jelas mengenai sejauh mana hasil ekonomi dari penjualan pasir Sungai Jelai memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat terdampak.
Sungai Jelai merupakan aset lingkungan dan sumber daya alam strategis bagi Kabupaten Sukamara. Oleh karena itu, berbagai pihak menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas penambangan pasir sungai tersebut. Pengawasan berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan menjadi hal penting agar kepentingan ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan generasi mendatang.
Isu ini dinilai perlu dibahas secara terbuka melalui forum diskusi yang melibatkan pemerintah daerah, pemangku kepentingan terkait, pelaku usaha, dan masyarakat. Tanpa langkah antisipatif yang serius, Sungai Jelai dikhawatirkan hanya akan menjadi sumber “cuan” jangka pendek, namun meninggalkan kerusakan lingkungan jangka panjang bagi Kabupaten Sukamara.
-BarinjamNews

